Selain Industri, Petani Sawit Disarankan Miliki Sertifikat ISPO

PedomanNusantara.com, Bengkulu – Luas perkebunan di Provinsi Bengkulu sebanyak 377 ribu hektar lahan kelapa sawit, sekitar 64% dimiliki oleh masyarakat, hal ini menjadikan perkebunan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi daerah Provinsi Bengkulu.

John Irwansyah Siregar selaku Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Cabang Bengkulu menjelaskan bahwa, pentingnya sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) yang merupakan sertifikasi dari kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia.

Dalam hal ini, sertifikasi harus dimiliki oleh pelaku industri kelapa sawit yang ada di Provinsi Bengkulu. Bukan hanya itu, kedepannya perkebunan petani yang dikelola oleh masyarakat juga harus memiliki sertifikasi ISPO.

“Sertifikat ISPO merupakan kebijakan me monitoring industri kelapa sawit, selain itu kedepannya akan diterapkan untuk Tandan Buah Segar (TBS) yang dimiliki oleh masyarakat,” jelas John Irwansyah Siregar, Rabu (29/1/2020) saat menyampaikan Sosialisasi dan Klinik Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), di Hotel Santika.

Apabila nanti TBS yang dihasilkan oleh masyarakat tidak memiliki sertifikat ISPO, produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tidak akan bisa membeli TBS tersebut, hal ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan dari negara Eropa yang menganggap Produsen kita yang merusak lingkungan.

“Agar tidak dianggap merusak lingkungan, maka kita akan menerapkan itu (sertifikat ISPO) untuk menjawab tantangan dari luar negeri, dalam hal ini Eropa sudah mengatakan sendiri bahwa produsen kita merusak lingkungan,” Lanjutnya.

Rencana pelaku industri tidak akan membeli TBS dari masyarakat yang tidak memiliki sertifikasi ISPO itu akan direalisasikan, namun dalam hal itu juga akan dengan adanya sertifikat ISPO, akan memberikan bimbingan kepada petani agar kedepannya ada kesetaraan dan tata kelola perkebunan yang baik. Dengan menerima sertifikasi ISPO, semua akan mengikuti aturan dan standar yang sama.

“Sertifikasi ISPO akan mengarahkan kita menuju pengelolaan perkebunan yang baik dan memberikan kesetaraan baik industri kelapa sawit maupun para petaninya,” Tutup John Irwansyah Siregar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *