Pekerja Informal Terdampak Corona Diberikan Keringanan Cicilan Kredit

PedomanNusantara.com, Bengkulu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu bersama lembaga keuangan dan Pemerintah setempat mengambil kebijakan strategis dalam meringankan pembayaran anggunan.

Beberapa kebijakan stimulus perekonomian melalui POJK No 11/POJK.03/2020 yakni :
1. Penurunan suku bunga
2. Perpanjangan jangka waktu
3. Pengurangan tunggakan pokok
4. Pengurangan tunggakan bunga
5. Penambahan fasilitas kredit/pembiayaan
6. Konferensi kredit/pembiayaan menjadi modal.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri mengatakan bahwa kebijakan itu hanya diberikan khusus untuk pekerja informal yang mengalami dampak akibat pandemi global virus corona.

Pihak yang meminjam diminta untuk menghubungi Perbankan/Perusahaan Pembiayaan untuk sama-sama mencari solusi terbaik melalui upaya restrukturisasi kredit.

“Setiap Perbankan/Perusahaan Pembiayaan, masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, sehingga penanganan restrukturisasi kredit akan berbeda-beda juga” ungkap Yusri.

Bagi debitur yang tidak terdampak atau masih dapat menjalankan usahanya dan masih memiliki kemampuan keuangan untuk membayar angsuran pinjaman, diharapkan untuk tetap dapat memenuhi kewajibannya sesuai
kesepakatan dalam perjanjian kredit.

“Kita harus sama-sama menyadari bahwa kredit/pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan kepada debitur berasal dari dana masyarakat yang pada saatnya juga harus dikembalikan” kata Yusri.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers kebijakan stimulus OJK, Perbankan, dan Jasa Keuangan yang berlaku secara nasional dari 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.