Kisah Tati Penjual Gorengan dan Jeritan Anaknya

Tati yang malang, seorang penjual gorengan di depan RSUD M Yunus. Genap sudah 5 tahun Tati ditinggalkan suaminya. Tati menyewa tempat jualan 80/hari modal dari Koperasi Keliling.

Tati sudah ditinggalkan suaminya membesarkan anak dan menyekolahkannya dengan sendiri. Beban Tati yang begitu berat terhadap anaknya, belum lagi saat ini Tati tersandung kasus penganiayaan yang dilaporkan saudara suaminya ke Polsek Gading Cempaka Bengkulu, dengan meminta perdamain Rp 900.000. untuk berdamai.

Saat surat panggilan Polisi di terimanya dunia ini seperti tidak berpenghuni, anaknya yg bungsu menangis tersedu sedu, hiruk pikuk yg masih duduk dibangku 5 SD, mengadu kepada Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Bengkulu Johnson Manik.

Percakapan pun terjadi.

Anak : “Om, mama hari rabu di penjara. Saya dan kakak hidup di mana??,”

“Om lampu padam di rumah, duit mama tidak ada untuk membeli token.”

Om kontrakan rumah kami belum di bayar bulan ini.”

Om sering nolong yg sakit di RSUD M Yunus Bengkulu, tolong kami dan mama, kami juga manusia om

Itulah beberapa jeritan anaknya.

Seketika Ketua JPKP Bengkulu meminta untuk kepada anak tersebut agar mamanya untuk bertemu dengan membawa surat panggilan Polisi.

Ketua dampingi saya di Polsek, anakku masih kecil,” sambil menangis.
Siapa teman anak anakku kalau saya di penjara??” Sambungnya.

Lanjut Tati bercerita, “saya dibawa adeknya kedalam keluarganya, saya melahirkan anak, adeknya saya jaga dan sekolahkan, saya rela jadi PRT di rumah, di rumah Kakak suamiku demi anakku. Dan yg melaporkan ini adalah Kakak suamiku dan bekas majikanku.”

Adeknya sudah menelantarkan anakku dan saya akan di penjarakan kakaknya.

“Ohh Tuhan lindungilah anakku ini, itulah jeritan Tati “

Polsek telah memediasi antara kedua belah pihak yang bersangkutan di dampingi Ketua JPKP Bengkulu Johnson Manik. Saat ini biaya damai belum dibayarkan Tati karena tidak mempunyai uang, bahkan untuk membiayai kehidupannya saja masih sangat kurang. Ditambah biaya mondar mandir bertukar pendapat dan mencari perlindungan untuk penitipan anaknya jika di penjara.

Dengan ini mohon bantuan dan uluran tangannya untuk Tati seorang penjual goreng yang bertarung untuk kelangsungan hidup anaknya.

Hubungi : Johnson Manik Ketua JPKP Bengkulu
No : +62 853-7834-7282

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *