Jumlah Pengunjung Menurun, Pelaku Pariwisata Diminta Berikan Layanan Prima

PedomanNusantara.com, Bengkulu – Wabah virus korona tidak hanya terjadi di Tiongkok tetapi sudah meluas sampai ke Jepang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan mengatakan pelaku pariwisata yang bersentuhan langsung dengan wisatawan diminta tetap memberikan pelayanan prima.

Memang akibat virus Covid-19 ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia namun saat ini pemerintah sudah mengantisipasi untuk menangani penyakit yang bisa menular.

Lanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata ini menjelaskan kepada Masyarakat dan semua pelaku pariwisata untuk tetap yakin pemerintah mampu mengantisipasi virus korona.

“Virus korona ini sudah menjadi ancaman global. Setiap negara termasuk Indonesia sudah melakukan langkah antisipasi penyebaran virus korona,” sampai Irsan, Rabu (27/2/2020).

Ia menjelaskan, Pelabuhan di Pulau BAAI dan Bandar Udara Internasional Fatmawati Soekarno Bengkulu sendiri sudah memasang thermo scanner. Pengecekan kesehatan terutama suhu tubuh wisatawan yang masuk ke Bengkulu untuk memastikan virus corona tidak masuk ke Bengkulu.

Menurut Irsan, semua wisatawan yang berlibur dan menginap di Bengkulu mesti tetap diberikan layanan prima. Wisatawan yang masuk dan berlibur di Bengkulu diyakinkan sehat.

“Jika terdapat wisatawan yang sakit saat menginap, manajemen hotel sesuai SOP wajib membawa wisatawan ke rumah sakit terdekat,” ucapnya.

Irsan Setiawan menekankan kepada pelaku pariwisata wajib menjaga kebersihan dan kesehatan. Pelaku pariwisata baik guide maupun pelayan hotel dan pelayanan restoran yang dalam kondisi sehat tidak akan tertular virus corona jika bersentuhan langsung dengan wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *