Gubernur Deklarasikan Kopi Tangguh Iklim

PedomanNusantara.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya memaksimalkan kualitas dan promosi kopi Bengkulu selalu di deklarasikan, Salah satu dari masyarakat Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, mendukung hal itu dengan membentuk Desa Kopi Tangguh Iklim.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengharapkan, dengan memaksimalkan promosi nantinya kopi Bengkulu bisa dinikmati di seluruh daerah. Melalui proses pengolahan kopi mulai dari penanaman dan panen dengan cara yang tepat, hingga pengumpulan dan pengolahan bubuk kopi di pabrik kopi di Bengkulu Tengah. Serta mengupayakan distribusi kopi ke luar daerah hanya melalui pintu Pelabuhan Pulau Baai.

“Semua ini kita lakukan untuk mempromosikan kopi Bengkulu sehingga komoditas unggulan tersebut kedepannya semakin diminati masyarakat luas,” jelas Gubernur Rohidin. Selasa (28/01/2020), di Balai Desa Batu Ampar.

Dalam deklarasi yang dilakukan Gubernur Bengkulu, Rohidin memastikan kopi Bengkulu bisa memberikan hasil maksimal dengan beberapa kebijakan yang telah Pemprov lakukan sejak 2018 lalu. Dimulai dengan mematenkan indikasi geografis kopi Bengkulu seperti yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. Selanjutnya membranding kopi bengkulu dengan nama Bencoolen Coffee.

Disamping itu, Kades Batu Ampar Harlan Iskandar mengatakan, Isu pemanasan global menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan kopi ini dan berbatasan langsung dengan TWA menjadi dasar pelaksanaan deklarasi desa kopi tangguh iklim atau ramah lingkungan tersebut.

“Harapan saya kebijakan untuk kesejahteraan terhadap masyarakat petani kopi bisa dioptimalkan. Dengan desa kopi tangguh iklim ini bisa memaksimalkan hasil pertanian kopi Bengkulu,” ungkap Harlan.

Harlan juga mengharapkan semua pihak ikut berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas kopi Bengkulu. Dari kopi yang dihasilkan nantinya akan membuat masyarakat lebih sejahtera, terutama Desa Batu Ampar yang didominasi dengan perkebunan kopinya.

“Desa kami didominasi oleh perkebunan kopi, selain itu ada juga Produk unggulan lain, yaitu kopi, gula aren, rebung bamboo. Dan kesemuanya itu bersumber dari potensi desa kami, sehingga juga bisa mengangkat martabat masyarakat desa,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu juga dilaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Pembentukan Forum Perempuan Peduli Iklim dan Pangan Perempuan Alam Lestari dan Penandatanganan Dukungan Bersama Para Pihak oleh Gubernur Bengkulu, Kadis LHK Provinsi Bengkulu, Kadis Perindagkop Provinsi Bengkulu dan Kadis Koperasi UKM Provinsi Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *