Dua Terduga Teroris Diamankan Densus 88

Jabar – Densus 88 Polri kembali mengungkap jaringan teroris yang berada di dua lokasi berbeda. Dari pengungkapan tersebut, Densus 88 menangkap dua terduga teroris yang merupakan jaringan Jamaah Islamiah dan jaringan ISIS.

Penangkapan pertama dilakukan pada Kamis (4/6/2020) pukul 10.30 WIB di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pelaku yang berinisial M tersebut berdomisili di Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Dari penggeladahan yang dilakukan Densus 88 di rumahnya, turut juga disita barang bukti seperti buku-buku terkait jihad, handphone, dan lainnya.

Kapolresta Cirebon, Kombes M Syahduddi mengatakan terduga teroris inisial M itu merupakan kelompok jaringan Jamaah Islamiah.

“Terduga ikut kelompok dari Jaringan Jamaah Islamiah,” kata Syahduddi di Cirebon. Jawa Barat, Jumat (5/6/2020) kemarin.

Lalu pada penangkapan terduga teroris kedua pada Jumat (5/6/2020) pukul 08.30 WIB, Densus 88 bergerak ke Kabupaten Menpawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam pergerakan tersebut, Densus 88 kembali mengamankan satu orang yang diduga merupakan jaringan teroris dengan inisial AR (21) di tempat kerjanya, kawasan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar.

“Benar ada penangkapan teroris dari Densus 88 di Kecamatan Sungai Pinyuh,” tutur Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Diduga terduga teroris AR merupakan simpatisan ISIS pasalnya Densus 88 menyita sejumlah barang bukti yang berhubungan dengan kelompok ISIS.

Barang bukti itu diantaranya benda tajam, belerang, amunisi senpi laras panjang, topi lambang ISIS, buku seruan jihat, buku rekening, hingga satu kotak peralatan listik.

Terpisah Mabes Polri membenarkan sejumlah penangkapan terduga teroris di Cirebon dan Mempawah. Kini keduanya sudah ada di pengamanan Densus 88.

“Saat ini terduga teroris yang ditangkap sudah dalam pengamanan Densus 88 untuk dilakukan pengembangan,” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri‎, Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi Sabtu (6/6/2020).

Jenderal bintang dua ini menambahkan pihaknya belum bisa bicara banyak soal jaringan dan aksi teror apa yang direncanakan oleh para terduga teroris karena Densus 88 masih melakukan pendalaman.

Dia menekankan Densus 88 pastinya tidak sembarangan dalam mengamankan terduga teroris. Sebelumnya, Densus 88 sudah‎ memiliki informasi yang cukup.

Sumber : law-justice.co