Suara Kebudayaan

Taufik Ismail Sindir Tema Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia

Mansur hidayat | Rabu, 07 November 2012 - 13:47:47 WIB | dibaca: 314 pembaca

Kontributor: Mansur Hidayat Jakarta, Pedomannusantara.com-Sarasehan Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia yang berlangsung di Hotel Borobudur Indonesia berlangsung dengan cukup bersemangat. Dari pagi para pemuda dariseluruh Indonesia sudah datang untuk melakukan registrasi. Acara hari selasa yang dimulai pukul 9 pagi di Ruangan Flores Ball Room pun tampak penuh dan sem arak dengan seragam batik yang beraneka warna (7/10/2012).

Pada acara pertama tampil penyair kenamaan Taufik Ismail yang membacakan beberapa puisi yang dapat menggugah hati para peserta. Taufik pun kemudian menceritakan pengalaman seorang kawannya di Insitut Pertanian Bogor (IPB) yang kemudian lama menghilang untuk membantu para petani di pulau seram.

Disamping uraian tentang perjuangan seorang pemuda, Taufik juga menyindir dan mengusulkan tentang perlunya tema kegiatan Kongres ini dianti dari "Indonesia Aku Bangga", menjadi "Indonesia Aku Bersyukur". Menurut Taufik, kata bangga itu sangat dekat hubungannya dengan kata "sombong atau congkak", sehingga harus dihindari. Ia tidak ingin anak muda Indonesia menjadi orang yang Chauvinis dan terlalu bangga tanpa sayarat. Sementara itu di session tanya jawab, salah seoarang nara sumber yaitu I Gede Prama mengusulkan konsep keteladanan yang mesti dilakukan oleh generasi muda sekecil apapun.

"Anak muda itu ibarat lilin yang menyinari sekitarnya, sekecil apapun," ujarnya. Sedangkan para peserta dari berbagai daerah seperti ih Aceh dan Kalimatan selatan, lebih menyoroti masalah ketimpangan saosial ekonomi sehingga membuat para pemuda yang dulunya bangga berkurang kecintaannya. (sur/pim)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)