Situs

Situs Biting Kan Kembali Di Teliti.

mahsun mohammand | Kamis, 09 Mei 2013 - 14:10:14 WIB | dibaca: 434 pembaca

Reporter : Lutfia Amerta S.

Mungkin sebagian  dari kita tidak banyak yang tahu, bahwa sebelum kedatangan Portugis dan Belanda bangsa kita juga sudah mengenal tekni k perbentengan. Saat ini satu-satunya sisa benteng local yang ada di Indonesia yang masih bisa kita lihat bentuknya berada di Kawasan Situs Biting. Secara administrasi Kawasan Situs Biting yang luasanya mencapai 135 hektar ini berada di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang.

Novida Abbas Arkeolog dari Balai Arkeologi Yogjakarta menyatakan bahwa kawasan perbentengan Biting ini memiliki cirri yang berbeda dengan benteng-benteng yang lainya. “Jika saat ini kita melihat benteng yang berada di Yogjakarta dan Banten masih terlihat pengaruh dari Belandanya, akan tetapi kawasan perbentengan di Biting benar-benar memiliki cirri asli perbentengan local”papar Novida Abbas saat acara Rapat Koordinasi Balai Arkelogi Yogjakarta yang 3-4 Mei yang lalu di hotel Puri Artha Yogjakarta.

“Kami dari Balai Arkeologi selama 11 tahap mulai dari tahun 1981-1990 intens melakukan penelitian di Kawasan Situs Biting dan hasil dari penelitian itu bahwa kawasan Biting merupakan kawasan cagar budaya yang mana di dalamnya adalah kawasan benteng local”jelas Novida.

Menurut Novida Abbas, perusakan pertama di Kawasan Situs Biting ini terjadi saat masa Belanda. Dimana saat itu Belanda membuat pabrik gula di Sukodono dan sebagaian jalur lorinya merusak kawasan perbentengan.

“Ke depannya nanti kawasan Situs Biting ini akan kami jadikan skala prioritas dimana penelitian di Situs Biting akan kami lakukan kembali. Dan dari dinding Benteng itu akan kami tampakkan dinding bentengnya”pungkas Wanita ahli perbentengan ini (lut/pim).

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)