Opini

Resensi : Gajah Mada

Administrator | Minggu, 10 Juli 2011 - 22:41:26 WIB | dibaca: 461 pembaca

Pengarang                               : Agus Aris Munandar
Penerbit                                  : Komunitas Bambu
Tahun Terbit                            : 2010
Tebal Buku                              : 160 hal
 

Gajah mada adalah tokoh besar pada masa Majapahit. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Gajah Mada sebagai Mahapatih Amangkubumi  mampu menyatukan Nusantara di bawah panji kebesaran Majapahit. Di sisi lain asal-usul tentang Gajah Mada sendiri masih sangat gelap, dan banyak diliputi oleh mitos, bahkan keterangan mendasar ihwal Gajah Mada masih kabur : siapa sejatinya dan bagaimana akhir hayatnya?

Dalam buku yang berjudul” Gajah Mada Biografi Politik” Penulis Agus Aris Munandar mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan mengindahkan kaidah-kaidah ilmiah. Ada beberapa versi mengenai asal-usul dari Gajah Mada yang pertama adalah menyebutkan bahwa Gajah Mada berasal dari Bali, hal ini juga pernah dikemukakan ole M. Yamin dalam buku yang berjudul” Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara (1977)”. Sesuai dengan naskah Usana Jawa yang digubah di Bali tokoh Gajah Mada dilahirkan di pulau itu. Ketika remaja, ia mengembara dan mengabdi di istana Majapahit. Menurut kitab ini Gajah Mada lahir dengan cara memancar dari buah kelapa sebagai penjelmaan Sang Hyang Narayana (Visnu).
           
Berbeda dengan Usana Bali dalam babad Arung Bondan dijelaskan bahwa Gajah Mada adalah anak dari Pati Logender, berita ini agak meragukan karena Patih Logender itu muncul pada masa pemerintahan Suhita, jika tafsir ini diikuti maka patih Gajah Mada muncul setelah masa kejayaan Majapahit telah berlalu. Akan tetapi sangat mungkin bahwa Gajah Mada adalah anak salah seorang yang dekat dengan penguasa Majapahit, kemudian Gajah Mada mengabdikan dirinya sebagai anggota pasukan Bhayangkara pengawal raja. Gajah mada sebagai anak patih lebih masuk akal jika dibandingkan dari apa yang disebutkan Usana Jawa, karena uraiannya diliputi suasana mitos.

Dalam kitab Pararaton diceritakan nama tokoh Gajah pangon, dari sini dapat di interpretasikan lebih lanjut bahwa Gajah Mada adalah anak dari Gajah Pangon. Kisah Pararaton tersebut secara tidak langsung menceritakan bahwa ayahanda dari Gajah Mada adalah seorang kesatria. Gajah Pangon sendiri merupakan sahabat dari Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.

Nama Gajah Mada disebut-sebut dalam Pararaton sebagai orang yang cukup berperan dan trampil untuk mengatasi masalah dalam pemberontakan Ra Kuti, saat itu Gajah Mada sudah menjadi anggota Bhayangkara di Kedaton Majapahit. Gajah Mada dalam masa pemerintahan Tribuana Tungga Dewi juga memiliki peranan penting, ia diberi kedudukan sebagai Patih di Daha (Kadiri) untuk mendampingi Hayam Wuruk yang ditunjuk oleh ibunya menjadi penguasa Daha. Gajah Mada dianggap menjadi Patih Amengku Bhumi Majapahit atas jasa-jasa nya dalam menumpas pemberontakan Sadeng, Gajah Mada kemudian mengucapkan Sumpah Palapa di Balairung istana di hadapan para pembesar Majapahit.

Gajah Mada tidak hanya cakap dalm strategi militer tetapi juga ahli strategi pemerintahan. Hal itu terbukti bahwa Tribuana Tungga Dewi sebelum menunjuk raja Bali meminta saran kepada Gajah Mada terlebih dahulu. Gajah Mada beserta pasukan Majapahit berhasil menaklukkan Bali,Gurun (Lombok), Tumasik (Singapura), Seran (Papua), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru, Pahang, Dompo (Sumbawa), Palembang. Peristiwa bubat yang berakhir tragis merupakan pembuktian ambisi politik Gajah Mada.

Menurut Nagarakratagma Gajah Mada meninggal ketika Hayam Wuruk melakukan perjalanan ke Sawentar (Blitar). Setelah kematiannya Majapahit kehilangan tokoh yang kharismatik seperti Gajah Mada, hal ini terbukti setelah itu Majapahit ber angsur-angsur mengalami kemunduran. Gajah Mada di arcakan sebagai Bima. (Lutfi/sur)
 
Foto Ilustrasi:http://www.dinamikaebooks.com/images/cover/Komunitas-Bambu_979-3731-72-9.jpg 










Komentar Via Website : 1
nisfu romadhona
13 Agustus 2011 - 16:14:17 WIB
dompo tu dompu ommm kan sumbawa.,ms jauh tu
kl kedompu tanyain aja sejarah ompu lembo ro'o fiko., mugkin ada kaitanx ma nggaja mada(gajah mada)
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)