Pendidikan dan Religi

Peter Carey : DiPonegoro Sosok Pahlawan Pejuang keadilan

Administrator | Selasa, 01 Mei 2012 - 14:19:22 WIB | dibaca: 446 pembaca

Reporter : Lutfiati

Malang kota- Diponegoro sosok pahlawan yang wajahnya selalu muncul di buku-buku pembelajaran sejarah Indonesia. Sosok yang selalu terlihat dengan penampilan serba putih mulai dari sorban dan jubah yang dia kenakan, dalam penulisan sejarah Belanda Pangeran Diponegoro dianggap sebagai pemberontak dengan alasan Diponegoro juga menginginkan tahta kerajaan Ngayogjakarta. Lantas apa benar Pangeran Diponegoro memang seorang Pemberontak?

Peter Carey, Sejarahwan asal Inggris ini menjawab itu semua dalam bukunya yang berjudul asli," Power of Prophecy :Prince Dipanagara and The End of Old Order in Java, 1785 1855 ". Berdasarkan penelitiannya dengan menggunakan berbagai sumber, Carey menyatakan, Diponegoro bukanlah seorang pemberontak melainkan sosok pahlawan yang memperjuangkan keadilan atas suatu penindasan kepada rakyat kecil. Carey juga tidak ragu-ragu menyatakan, Pangeran Diponegoro sebagai figur yang sentral adalah wiracarita atau kisah sejarah kepahlawanan terhebat dalam sejarah Asia Tenggara.

Di tengah-tengah kondisi perekonomian, kesehatan yang buruk dan diperparah lagi dengan kebijakan-kebijakan Hindia Belanda di tanah Jawa yang terkesan kurang pengertian mengakibatkan perlawanan rakyat, kehadiran sosok Diponegoro yang mengumunkan dirinya sebagai Ratu adil tentu saja mampu menghimpun berbagai elemen asli yang masyarakat yang memang memiliki harapan untuk segera terbebas dari segala penderitaan.

Menurut Peter Carey, ketika ditemui usai Bedah Buku di Universitas Negeri Malang menuturkan, sebenarnya Pangeran Diponegoro adalah sosok yang menarik dan berwibawa. “Kajian tentang Pangeran Diponegoro sangatlah minim dan bisa dihitung dengan Jari, dan tidak satupun yang menggunakan riset sumber primer”papar Peter Carey Kepada Pedomannusantara.com, kemarin, Senin (30/04/2012).

Buku tulisan Peter Carey yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul " Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa ". sudah dipersiapkan selama kurang lebih 30 tahunan dengan menggunakan riset dan menggali dari sumber-sumber primer dan bukanlah dari sumber arsip Hindia Belanda.

" Saya berharap dengan adanya buku ini Pengeran Diponegoro menjadi terkenal di kalangan bangsa Indonesia sebagai sosok yang menarik dan mengalami masa transisi dari tatanan lama menuju tatanan baru. Selain itu Diponegoro juga merupakan seorang Jawa yang tulen dan sebagai Islam yang taat," ujar Peter Carey. Pihaknya sangat berharap, hasil karyanya ini mampu membangun terhadap jati diri bangsa dan banggga terhadap sejarah bangsanya," Indonesia itu tidak kalah dengan negara lain, mempunyai banyak tokoh-tokoh yang hebat seperti Pangeran Diponegoro," pungkasnya (lut/ron/red)










Komentar Via Website : 2
willyam
20 Februari 2013 - 20:02:21 WIB
jolek
jesika
20 Februari 2013 - 20:04:19 WIB
good
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)