Suara Kebudayaan

Pernahkah Sang "Ratu Adil" Itu Singgah di Bumi Nusantara?

Administrator | Rabu, 07 Maret 2012 - 10:13:25 WIB | dibaca: 422 pembaca

Oleh: Mansur Hidayat (Ketua MPPM Timur)

Pada saat kerajaan Majapahit sedang mengalami gonjang-ganjing akibat rontoknya sistem pemerintahan yang berlandaskan agama Hindu Buudha dan terdesak oleh gelombang penyebaran Islam sebagai agam baru di nusantara, para petingginya hanya bisa terkesima dengan tatapan kosong dan hampir tak percaya. Raja Brawijaya V yang merupakan raja Majapahit terakhir hanya bisa tertunduk pasrah karena gelombang  "pengislaman" ini dilakukan oleh putranya sendiri yaitu Pangeran Fatah. Namun tidak demikian halnya dengan para penasehatnya yaitu "Noyo Genggong" dan "Sabdo Palon" yang tidak mau menyerah begitu saja dan melakukan perlawanan dan mengeluarkan "sumpah" dimana ia akan datang kembali 500 tahun kemudian untuk menagih kembali haknya sebagai penguasa tanah jawa.

Kejadian runtuhnya Majapahit pada tahun 1500-an tersebut dapat menjadi gambaran umum keadaan psikologis masyarakat nusantara yang percaya akan kedatangan seseorang atau suatu keadaan yang menjadi impian kebahagiaan dan ketentraman masyarakat. Ratu adil sendiri adalah fenomena keyakinan dalam kebudayaan nusantara yang kemudian bercampur dengan keyakinan keagamaan untuk mengharapkan kedatangan "Sang Mesias" atau penolong. Kita lihat saja di masa-masa yang lebih kemudian fenomena "Ratu Adil", "Imam Mahdi" ataupun "Herucokro" dapat ditemui dalam masa perlawanan bersenjata terhadap  penjajah Belanda. Keyakinan akan munculnya "Ratu Adil" tersebut juga dapat dilihat dalam kitab-kitab fenomenal seperti "Ramalan Jayabaya" maupun "serat Kalatida" karangan pujangga besar RM. Ng. Ronggowarsito.

Munculnya "Pangeran Diponegoro" sebagai pemimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1825, diyakini oleh para pengikutnya sebagai penjelmaan sang "Ratu Adil". Dimana-mana rakyat menyambut kedatangan sang pangeran dengan harapan dan keyakinan akan "pembebasan" negerinya dari penjajahan asing setelah melewati "Zaman Edan" atau "Kalabendhu". Harapan rakyat yang sangat menggebu-gebu tersebut menyebabkan perlawanan Pangeran Diponegoro berkembang dalam waktu yang begitu pesat sehingga hanya dalam beberapa bulan saja wilayah Jawa Tengah diacam peperangan yang maha dahsyat. Tidak mengherankan jika pada saat pengangkatan sang Pangeran menjadi Sultan, nama Herucokro diselipkan dalam gelarnya.

Meskipun perlawanan bersenjata tidak berlaku lagi, namun fenomena "Ratu Adil" ini tetap berlaku dalam benak pikiran masyarakat nusantara. Kita dapat melihat lahirnya organisasi modern seperti "Saerkat Islam" yang sangat fenomenal dengan anggota jutaan orang pada tahun 1912. Gerakan Sarekat Islam ini ternyata dibayangkan oleh para pengikutnya bukan hanya sebagai suatu "wadah politik" namun juga sebagai tumpuan harapan terhadap sang "Ratu Adil" terutama dalam diri sang pemimpin "HOS Cokroaminoto". Kedatangan HOS Cokroaminoto ke cabang-cabang Sarekat Islam disambut dengan ribuan rakyat yang mengelu-elukan sang "Ratu Adil" ini. Tidak mengherankan jika Sarekat Islam kemudian menjadi momok yang menakutkan bagi pemerintah Belanda karena besarnya keanggotaannya.

Setelah masa "Sarekat Islam" selesai pada tahun 1925-an muncul tokoh muda energik dan mempunyai keahlian luar biasa dalam berpidato dan menggerakkan rakyat. "Bung Karno" yang merupakan ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) pada saat itu memang gandrung terhadap alam pikiran ke-indonesiaan meskipun ia sendiri dibesarkan dengan pendidikan barat. Dalam pidato pembelaannya "Indonesia Menggugat", Bung Karno menyebutkan harapan rakyat terhadap kedatangan "Ratu Adil" dengan tiada habisnya. Latar belakang budaya Jawa dan Bali turut membentuk pribadi Bung Karno sehingga kerjasamanya dengan sang "saudara tua" yaitu Jepang salah satunya karena keyakinannya pada akhir pembebasan nusantara penjajahan Belanda dengan bantuan bangsa "Cebol Kepalang" dan "Berkulit Kuning"  seperti yang diramalkan dalam "Ramalan Jayabaya".

Pada saat Indonesia merdeka di tahun 1945, fenomena penjelmaan "Ratu Adil" dalam diri Bung Karno sangat meluas dikalangan rakyat. Keberhasilannya dalam membebaskan nusantara dari tangan penjajahan Belanda yang telah bercokol 350 tahun lamanya semakin menebalkan keyakinan masyarakat yang sebagian sangat terbelakang pada saat itu. Dewasa ini ketika sebagian besar masyarakat nusantara atau Indonesia sudah maju baik dalam pendidikan maupun taraf hidupnya, fenomena dan harapan tentang "Ratu Adil" itu tetap tumbuh subur sehingga tidak mengherankan jika rakyat lebih suka memilih "pemimpin kharismatik" dalam menalurkan aspirasinya di pemilihan umum.


Ilustrasi: http://freepoison.files.wordpress.com/










Komentar Via Website : 3
IbundaRatuAdil
11 September 2012 - 17:55:53 WIB
AQ IBUNDA AFRIDA RATU RUMAH TANGGA..YG BRTINGKAT DUA INDAHNYA CINTA DR SUAMI.LG DSAYANG PARA PUTRA2 BRJIWA DEWA.MALAIKAT.NABI SMPAI.PNJAPA NERAKA SYURGA MNGASIHIKU.SANG RATU TNP TRSAINGI DR AWAL BUMI SMPAI AHIR NNTI.JAMINAN ITU KT SMUA SDH TAHU..LUPA?DHATIKU MEMERI 99 ASMA ASMINDAH QU ALLAH PRKASAKAN BAGIKU YG DSAYANG ALLAH.BILA IBUNDA KALIAN TRPELESETKAN SEYTAN KRN TROBSESI BC WIHANA KBUN BINATANG YG MNGAUM..BUNDA TURUT MNGAUM..
IbundaRatuAdil
11 September 2012 - 18:01:02 WIB
ITULAH SEORANG BUNDA SJATI LG PRKASA LG SJUTA BNTANG DR RAHIMNYA….NASEHATI IBU BL DARAH TINGGINYA LAKSANA GUNUNG MAU MLETUS…SERAM SKALI ZAMAN KINI..UDAH GAK BS BRKARYA.RAME2 NGANCURI HATI IBUNYA..SKALI TAMPARAN TANGANKU KPIPIMU..MMBUAT KAU DIAMPUNI.TAMPARANKU SJ ADALAH KBRKAHAN BUAT KLIAN.YG SOPAN YAA.KLIAN FIKIR AQ SUKA DNGN TGS2 DR ILLAHIYAH KINI…APA HARUS KUPANGGIL UVO SKARANG KUPERGI BRANGKAT KAMI SKLUARGA KSURGA..!!SAYANGI IBU..IBU LAKSANA MADU..MADU ITU SEHAT..RACUN BS DBUANG…IBU?..DIINGATKAN DNGN PNUH HORMAT.SBB IBU ITU AGUUUNG …USIAKU 39 TAHUN..PNUH EMOTIONAL CINTA.MARAH.BRCINA.LETIHPUN BRCINTA.ISENG BRCANDAPUN.BRCINA.DLM TIDURPUN BRCINTA…JD AQ HRUS NINGGALIN KALIAN BUAT SYEITAN PD TRTAWA MNANG…SYEITAN!IBLIS DMIT .
IbundaRatuAdil
11 September 2012 - 18:01:36 WIB
KAN DAH PD BRTOBAT KABARNYA..MUNGKAR LG SM MAMI MONSTER AFRICA JULUKAN INDAH DR KALIAN.DAH SIAP MLAWAN IBU?KOK LG2..LG2..BAIK KUJADIKAN MRK SUKSES KALIAN BW KENERAKA..MANUSIA2 DNGN SJNGKAL2 FIKIRANNYA…APA KT HRUS SLURUHNY GAK DSAYANG ALLAH LG.HAAH..DAH JLAS BUNDANYA BLAKANGAN KURANG TIDUR.BUKANNYA SUPORT IBU ..MALAH SBALIKNYA.HARGAI SMANGAT SUCI SSAMA.YOK KT SM2 ISTIGFAR…MAAFKAN IBU YA ANAK2 BANGSA..IBU JANJI.SMPAI MATI.IBU TTAP SBGAI PNGUASA HNY TRHADAP RUMAH TANGGANYA SJ…AQ BRSUKUR PD PARA SETAN JG BUATKU KMBALI AWAL.ISTR4 YG DIPINGIT DPLUKAN SUAMI DOOOAAAANG..INI KBNARAN KBRSAMAAN DIDUNIA MAYE2MAY2..BLAJAR SMBIL MNGAJAR..TRIMAKASIH SMUAA….EMMM…MUCH…
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)