Tokoh

Parmin RAS: Seniman Kelas Dunia Yang Pilih Tinggal Di Lumajang

Administrator | Minggu, 28 Agustus 2011 - 18:55:36 WIB | dibaca: 229 pembaca

Reporter : Lutfiati
 
Lumajang (Suaranusantara.com)-Sosok Parmin RAS sudah tidak asing lagi dalam dunia tari Indonesia bahkan nama Parmin RAS juga sudah mendunia, tidaklah mengherankan jika nama seorang Parmin RAS ring melanglang buana ke negara-negara di Eropa, Asia dan Amerika Serikat.

Pria kelahiran Surabaya, 23 Februari 1953 ini menjadi seniman tari bukan berasal dari insititut seni tari, namun dia belajar seni tari secara otodidak. Walaupun belajar tari secara otodidak tapi nama Parmin RAS tidak boleh dipandang sebelah mata karena sudah banyak yang dia hasilkan, awal karier Parmin RAS dimulai pada tahun 1973. Di usia yang masih relatif muda Parmin RAS merintis karier di dunia tari dengan melewati berbagai rintangan dan banyak mengalami jatuh bangun. Namun, lewat usaha keras yang dijalani akhirnya membuahkan hasil. 

Parmin RAS merupakan koreografer seni tari kontemporer Indonesia yang cukup konsisten. Seniman Tari kontemporer di Indonesia memang sedikit sekali mendapatkan job atau tawaran pentas dan sangat berbeda dengan seniman tradisional yang relatif lebih banyak mendapat tawaran untuk acara-acara di masyarakat luas. Untuk menghidupi keluarganya Parmin RAS pernah bekerja sebagai guru TK, arsitek maupun kuli bangunan. Semua ini dijalaninya dengan hati ikhlas dengan dukungan sang istri tercinta yang tetap setia mendukungnya. Untuk mendukung karir sang suami, Bu Listyas sampai rela berjualan gado-gado demi membantu menghidupi keluarga yang anak-anaknya masih kecil.

Debut pertama Parmin RAS di dunia Internasional  dimulai pada tahun 1997, yakni ketika dia untuk pertama kalinya mengadakan pementasan di luar negeri tepatnya di Inggris. Pementasan pertama kali di Inggris ini merupakan awal yang manis bagi Parmin RAS, dari sini dia merambah Eropa. Pada akhirnya tidak hanya Eropa yang dijadikan tempat pementasanya pada tahun 2009 sepulangnya dari naik haji, Parmin RAS diundang untuk tampil di Amerika Serikat. Tidak salah setelah itu banyak media-media luar negeri sering mengangkat pementasannya seperti Sidney Herald Tribune, The Guardian, sedangkan di tanah air semua media telah menjadikan pementasannya sebagai berita yang fenomenal.

Cerita tentang pementasan di Inggris ini menyisakan kenangan tersendiri bagi Parmin RAS dan keluarga. Waktu itu untuk pementasan dia tidak mendapat sokongan dana dari siapapun dan keberangkatannya ke Inggris atas biaya sendiri dengan menjual barang yang ada. Sesampai di Inggrispun, dia tidak langsung pentas akan tetapi menunggu giliran yang tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu di negeri Ratu Elizabeth tersebut seniman nyentrik ini menghidupi dirinya dengan bekerja sebagai kuli bangunan. Hal inilah yang kemudian ramai diberitakan di koran-koran Indonesia, sehingga sempat menimbulkan tekanan bagi keluarganya di tanah air.

Pada tahun 1996 Parmin, pernah menari getar selama 7 jam  yang dilakukan di kediamannya di Klampis Surabaya yang tercatat dalam rekor MURI. Pada akhirnya rekor ini dipecahkan sendiri dengan melakukan tarian bergetar selama 12 jam. Tari hasil karya dari Parmin RAS terilhami oleh fenomena-fenomena yang ada di masyarakat dan dalam tariannya Dia tidak pernah melupakan unsur-unsur alam seperti api, air, tanah. Tak heran dalam pementasannya Parmin RAS sering melakukan hal-hal yang fenomenal seperti menari di atas api maupun diatas balok es.

Pada 18 Mei 2004 Parmin melakukan tarian getar selam 12 jam di depan gedung DPRD Jawa Timur pada 18 Mei 2004. Hal ini dia lakukan sebagai bentuk penyaluran aspirasi rakyat Indonesia lewat bahasa dan budaya dimana rakyat menginginkan perbaikan. Parmin sengaja memilih bulan Mei, karena pada bulan Mei ini pernah terjadi suatu peristiwa yang sangat menyayat hati rakyat Indonesia yaitu peristiwa penembakan mahasiswa di Universitas Trisakti pada 12 mei, 8 tahun sebelumnya yang kemudian mengawali lahirnya reformasi.

Parmin RAS seniman besar pada tahun 2005 telah hijrah ke Lumajang. Bersama sang istri Liestyas kini sang seniman menetap di desa Condro, Pasirian. Parmin RAS dan istri serta cucunya menempati sebuah rumah yang asri, sejuk dan bernuasa seni, dengan halaman belakang yang luas dan rindang sehingga bisa dipakai latihan berkesenian. Terkadang Padepokan gunung Tambuh ini menerima tamu-tamu dari luar negeri. Orang-orang yang datang dari luar negri  kabanyakan merupakan relasi dan murid dari sang seniman.

Sekarang ini, walaupun Parmin telah tinggal jauh dari Surabaya bukan berarti dia telah benar-benar terputus dari dunia seni  tari, dia masih eksis di dalam dunianya. Sering kali Parmin RAS harus rela bolak-balik Lumajang- Surabaya dikarenakan harus memberikan workshop kepada para pelajar  dan mahasiswa, selain memberikan workshop terkadang Parmin juga mementaskan karyanya di Surabaya. Parmin dalam mengabdikan diri dengan dedikasi yang tinggi di dalam bidangnya sehingga pada 17 Oktober 2006 dia menerima penghargaan dan termasuk dari 11 Seniman berprestasi dan berdedikasi di bidangnya. (lut/sur)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)