Meriam Bambu, Tradisi Permainan Anak-anak Di Bulan Puasa

Keterangan Foto :

Reporter : Agus Sholeh

Lumajang (suaranusanta.com)- Meriam bambu merupakan salah satupermainan tradisi anak-anak desa, yang sudah mulai luntur dantergeser dengan semakin bayak dan mudahnya mendapatkan petasan.Permainan meriam bambu ini biasanya di mainkan di bulan Puasa untukmengisi waktu, menunggu buka puasa tiba.

Seperti yang di lakukan oleh salah satu anak-anak Desa Wonorejo,Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, dirinya mengakui senang memainkanmeriam bambu karena permainan ini seperti pertempuran layaknya tentarayang sedang berperang.

"Kayak seperti tentara bertempur cak," ujar adib padasuaranusantara.com Rabo (03/07/11) sore.

lebih lanjut, dia menambahkan, bahwa permainan ini tidak perlumengeluarkan uang yang banyak, cukup bambu panjang 1 meter, dan karbit.Setelah itu meriam siap di mainkan, dan bunyinya tidak kalah saingdengan petasan yang sekarang marak di jual di pasaran.

"biayanya murah, sederhana, dan bunyinya menggelegar," ungkap anak yanghoby memancing ini.

Dia dan teman-temannya didalam memaikan meriam bambu mesti pergi ketempat yang jauh dari pemukiman penduduk, seperti di tengah tegalan ataupundi persawahan. Lokasi yang jauh dari pemukiman, akan membuat permainanlebih asik, karena tidak mengganggu penduduk, dengan bunyi yang begitumenggelegar dari meriam bambu tersebut.

"saya dan teman-teman memaikan di tegalan," ucapnya.

Bermain meriam bambu ini lebih asik di maikan pada sore hari menjelangberbuka puasa, biasanya dimulai jam 14.30 - 17.00 wib.

"sambil nunggu buka puasa," katanya

Berbeda yang dilakukan oleh wanto (14) dirinya memaikan meriam bambuini di waktu sahur tiba, dan itupun di mainkan di depan rumahnya,karena kalau pada waktu sahur bunyi dari meriam ini bisa membangunkanpenduduk yang sedang tertidur lelap.

"untuk membangunkan orang sahur," pungkasnya. (gus/sur)

Foto Ilustrasi : http://jameksminggu.com/foto_berita/38RUMAH%20BATU%202.jpg

Berita Terkait