Suara Kebudayaan

Meriam Bambu, Tradisi Permainan Anak-anak Di Bulan Puasa

Administrator | Rabu, 03 Agustus 2011 - 16:18:16 WIB | dibaca: 375 pembaca

Reporter : Agus Sholeh

Lumajang (suaranusanta.com)- Meriam bambu merupakan salah satu permainan tradisi anak-anak desa, yang sudah mulai luntur dan tergeser dengan semakin bayak dan mudahnya mendapatkan petasan. Permainan meriam bambu ini biasanya di mainkan di bulan Puasa untuk mengisi waktu, menunggu buka puasa tiba.

Seperti yang di lakukan oleh salah satu anak-anak Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, dirinya mengakui senang memainkan meriam bambu karena permainan ini seperti pertempuran layaknya tentara yang sedang berperang.

"Kayak seperti tentara bertempur cak," ujar adib pada suaranusantara.com Rabo (03/07/11) sore.

lebih lanjut, dia menambahkan, bahwa permainan ini tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak, cukup bambu panjang 1 meter, dan karbit. Setelah itu meriam siap di mainkan, dan bunyinya tidak kalah saing dengan petasan yang sekarang marak di jual di pasaran.

"biayanya murah, sederhana, dan bunyinya menggelegar," ungkap anak yang hoby memancing ini.

Dia dan teman-temannya didalam memaikan meriam bambu mesti pergi ke tempat yang jauh dari pemukiman penduduk, seperti di tengah tegalan ataupun di persawahan. Lokasi yang jauh dari pemukiman, akan membuat permainan lebih asik, karena tidak mengganggu penduduk, dengan bunyi yang begitu menggelegar dari meriam bambu tersebut.

"saya dan teman-teman memaikan di tegalan," ucapnya.

Bermain meriam bambu ini lebih asik di maikan pada sore hari menjelang berbuka puasa, biasanya dimulai jam 14.30 - 17.00 wib.

"sambil nunggu buka puasa," katanya

Berbeda yang dilakukan oleh wanto (14) dirinya memaikan meriam bambu ini di waktu sahur tiba, dan itupun di mainkan di depan rumahnya, karena kalau pada waktu sahur bunyi dari meriam ini bisa membangunkan penduduk yang sedang tertidur lelap.

"untuk membangunkan orang sahur," pungkasnya. (gus/sur)

Foto Ilustrasi : http://jameksminggu.com/foto_berita/38RUMAH%20BATU%202.jpg










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)