Warta Lumajang

Mempertahankan Sapi Betina Produktif, Masdar Bantu Peternak

Administrator | Kamis, 08 Desember 2011 - 01:49:48 WIB | dibaca: 150 pembaca

Reporter : Mochamad Imron

Lumajang-
Menurunnya produksi ternak betina di Kabupaten Lumajang akibat bayak terjadi pemotongan hewan yang menghasilkan daging ini. Membuat Bupati DR. Sjharazad masdar turun lapangan ke berbagai daerah yang ada di kabupaten Lumajang. Hal ini di lakukan agar produksi ternak betina yang ada di Lumajang meningkat.

"Mempertahankan dan mencegah menurunnya populasi ternak memang sulit," kata Bupati Sjahrazad Masdar saat berhadapan dengan 4 kelompok tani ternak yang akan menerima insentif penyelamatan sapi betina produktif di balai desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung kemarin (5/12) pagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang menyerahkan dana insentif sebesar Rp. 500.000,- per ekor kepada para peternak atas usaha yang telah dilakukan untuk mempertahankan sapinya menjadi bunting dan akhirnya dapat melahirkan dengan sehat. Dana insentif tersebut berasal dari dana APBD Propinsi melalui program penyelamatan sapi betina produktif yang akan diberikan kepada 1280 peternak pada kelompok Mardikismo desa Dadapan kecamatan Gucialit, kelompok Rojokoyo desa Ranuyoso kecamatan Ranuyoso, kelompok Mandiri desa Bago kecamatan
Pasirian.

"Harus ada upaya untuk mempertahankan swasembada sapi dan ini menjadi perhatian saya karena peternakan merupakan bagian dari pertanian yang menjadi prioritas pembangunan Lumajang," tambah Bupati Masdar. Bupati juga meminta agar kelompok tani ternak dapat merawat sapinya dengan baik dan akhirnya dapat memberikan kesejahteraan bagi peternak. karena pada sapi terkandung 3 emas yang sangat berharga, yaitu emas merah yang berupa daging sapi, emas putih yakni susu dan emas hitam berupa kotoran untuk biogas dan pupuk kandang.

Sementara itu, Menurut Kasubag TU Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang, Ir. Agus Anggit, pemberian dana insentif ini juga untuk memotivasi peternak untuk mengembangbiakkan ternak sapi betina produktif dan melakukan usaha pembibitan, karena seekor sapi betina baru dapat dikawinkan pada umur 1,5 sampai 2 tahun dan beranak pertama kali setelah berumur sekitar 3 sampai 3,5 tahun.

Jarak kelahiran lanjut Agus, rata-rata lebih dari 14 bulan maka seekor sapi betina sampai dengan masa afkir hanya bisa menghasilkkan anak 4-5 ekor saja. Selain itu ditengarai banyak sapi betina produktif bahkan sapi betina bunting yang dipotong untuk kebutuhan konsumsi daging yang terus meningkat.
 
"Bila kondisi ini terus dibiarkan maka populasi sapi kita akan semakin menurun," jelas Agus.

Untuk itu tambah Agus, Pemberian insentif ini didahului dengan pemeriksaan sapi sapi yang bunting, yang selanjutnya ditentukan petani peternak yang mendapat dana insentif yang dimaksudkan agar sapi yang bunting tersebut dapat dirawat dengan lebih baik lagi dan bila perlu digunakan untuk makanan tambahan sapi atau obat cacing agar sapi yang akan dilahirkan dapat berkembang dengan baik dan sehat, harapannya dengan pemberian insentif dan penyelamatan sapi betina produktif akan tercapai swasembada daging pada tahun 2014. (adv/rpl)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)