Ekonomi

Bulan Puasa Pasar Ternak Lumajang Sepi Pembeli

Administrator | Jumat, 12 Agustus 2011 - 16:34:17 WIB | dibaca: 303 pembaca

Reporter : Mohammad Imron

Lumajang(suaranusantara.com)- Tingkat penjualan ternak sapi di Pasar Hewan Lumajang, Jl. Mahakam Kelurahan Rogotrunan, mengalami penurunan secara signifikan. Pasalnya para pembeli ternak bertanduk dua tersebut, saat bulan puasa berkurang. Hal ini di karenakan, para pembeli ternak lebih mementingkan untuk membeli kebutuhan ramadhan dan hari raya idul fitri nanti.

Himpunan suarannusantara.com Jum`at (12/08/11)siang, Sepinya pembelian ternak sapi, dirasakan para pedagang sejak seminggu terakhir. Mereka mengeluh dan terkadang sampai rugi hingga 5 %

" Pembeli sapi berkurang ketika bulan ramadhan," Ucap H. Nawawi (59) kepada suaranusantara.com Saat menawarkan dagangan ternaknya.

Dia mengatakan, dalam sepekan terakhir hanya bisa menjual dua ekor sapi seharga Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per ekornya.

Selain sepinya penjualan, harga jual hewan ternaknya pun mengalami penurunan, saat ini harga sapi putih besar sekitar 5 juta menurun menjadi 4,5 juta. Padahal biasanya, harga jual tersebut bisa mencapai Rp 6 juta.

“ Selain sepi, harganya sedang turun. Tapi setiap puasa memang seperti begini kondisinya, selalu sepi. Padahal kami sangat mengharapkan penjualan bagus untuk belanja kebutuhan jelang puasa nanti,” ujarnya.

Hal Senada juga diungkapkan Gopar (42), penjual sapi merah asal Desa Madurejo Pasirian, menuturkan, setiap transaksi dari 3 ekor sapi yang dibawanya, yang terjual hanya 1 hingga 2 ekor saja, itu pun diakuinya, dengan harga murah.

“ Bahkan untuk anakan sekarang diharga Rp 2 juta. Kalau waktu-waktu biasanya bisa mencapai Rp 3 juta per ekornya,” Ujarnya.

Namun pihaknya optimis, penjualan akan mulai ramai lima hari jelang Idul Fitri mendatang.
 
“ Mudah-mudahan saja seperti tahun-tahun sebelumnya, penjualan mulai membaik jelang lebaran. Bahkan, untuk sapi jenis merah, harga per ekornya bisa mencapai Rp 7 juta nantinya,”ungkap Gopar.

Sementara itu, pengamatan di lokasi Pasar Hewan yang buka setiap hari Senin dan Jum`at setiap pekannya, selalu sepi transaksi pada bulan puasa, namun terlihat puluhan kendaraan yang membawa sapi tampak keluar masuk lokasi pasar tanpa muatan. Hal ini di karenakan tidak ada orang yang membeli sapi.  Bahkan, seorang sopir pembawa sapi terpaksa kembali pulang tanpa ada satu pun hewan ternak yang dibawanya laku terjual.
 
“Dari pagi hingga siang ini tidak ada satu pun yang beli, terpaksa balik lagi,” Pungkas Gito (47) kepada suaranusantara.com.(ron/sur)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)