Suara Kebudayaan

Arca Dewi Ayu Pinatih Ditemukan Di Baluran

Mansur hidayat | Sabtu, 16 Maret 2013 - 21:33:07 WIB | dibaca: 719 pembaca

Arca Perwujudan Dewi Ayu Pinatih yang merupakan istri Arya Wiraraja

Reporter : Lutfia Amerta S.

Lumajang, Penemuan patung arca perempuan di hutan Baluran, Situbondo beberapa waktu yang lalu sempat menghebohkan masyarakat Situbondo. Patung perempuan yang terbuat dari batuan andesit ini memiliki berat 15 kilogram, tinggi 45 cm, dan lebar 30 meter ditemukan oleh Misyono (44 ) warga Desa sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Patung perempuan itu ditemukan ditengah tumpukan kayu ditengah hutan Baluran Situbondo.
Patung permpuan yang duduk bersila dan bermakhkota ini menimbulkan banyak persepsi diberbagai kalangan. Hal ini terjadi karena selama inidi hutan Baluran belum pernah ditemukan peninggalan purbakala ataupun bekas reruntuhan bangunan suci.

Litbang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPMT) Aries Purwantiny S. S mengatakan bahwa patung perempuan yang ditemukan di hutan Baluran itu adalah patung Dewi Tara. “Kalau dilihat bahwa dia duduk diatas daun teratai itu menunjukan bahwa itu adalah perwujudan dari Dewi Tara”papar arkeolog lulusan Universitas Udayana kepada Pedomannusantara.com Sabtu (16/03/2013).Menurut Aries lokasi disekitar penemuan dari patung Dewi Tara perlu ditinjau dan teliti karena akan memungkinkan ditemukan peninggalan-peninggalan yang lain.

Sementara itu Mansur Hidayat S.S, M.M selaku dosen sejarah IKIP PGRI Jember mengatakan bahwa patung perempuan yang ditemukan di hutan Baluran itu adalah perwujudan dari Dewi Ayu Pinatih yang merupakan istri dari Arya Wiraraja. “ Sesuai dengan konteks politik saat itu dimana hutan Baluran ini merupakan bagian dari kerajaan Lamajang Tigang Juru, bisa jadi patung perempuan itu merupakan perwujudan dari Dewi Ayu Pinatih yang merupakan istri dari Arya Wirara”terang Mansur.

Menurut Mansur kecintaan rakyat Lamajang Tigang Juru kepada Dewi Ayu Pinatih yang merupakan parameswari membuat mereka memuja dan memwujudkan Dewi Ayu Pinatih sebagai sosok yang suci. “Jika perwujudan patung itu lebih mirip ke aliran Budha itu bisa saja, karena memang pada saat itu berkembang aliran sinkritisme antara agama Budha dan Hindu yang disebut ajaran Syiwa Budha atau Tantrayan”

Dewi Ayu Pinatih merupakan sosok perempuan yang dikenal tabah dan setia mendampingi Arya Wiraraja dalam menghadapi suka duka kehidupan dan karir politiknya mulai dari penugasan sang suami ke daerah terasing di Sumenep Madura, sampai membangun kembali sisa kerajaan Singosari dan mendirikan kerajaan Lamajang Tigang Juru. Oleh karena itu sosok Dewi Ayu Pinatih bagi Lamajang Tigang juru dapat disamakan dengan sosok Ken Dedes di jaman Singosari dan Gayatri di jaman Majapahit. (lut/pim)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)